Senin, 28 September 2015

MAKALAH EVALUASI



EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB


MAKALAH KOMPREHENSIF
Diajukan Kepada Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Purwokerto
Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mengikuti Ujian Komprehensif



Oleh:
RASTRI IZZAH NASTITI
NIM. 092332057



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB (PBA)
JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PURWOKERTO
2013



EVALUASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB

A.    PENDAHULUAN
Dalam kehidupan manusia, takan luput dari yang namanya evaluasi. Untuk menjadi manusia yang lebih baik, manusia harus selalu intropeksi atau evaluasi diri, belajar dari kesalahan, menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Begitu juga kaitannya dengan pembelajaran.
Dalam sistem pembelajaran, yang menjadi komponen  adalah tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan evaluasi. Evaluasi merupakan bagian integratif dalam sebuah sistem pembelajaran. Pembelajaran apapun tak akan lepas dari proses evaluasi.
Evaluasi sebagai feedback guru atas pembelajaran yang telah berlangsung, memperbaiki dari kekurangan-kekurangan atau kelemahan-kelemahan yang dialami peserta didik, sehingga guru memilki tahap selanjutnya dalam perbaikan proses pembelajaran.
Evaluasi dalam pembelajaran bahasa Arab memiliki perbedaan dengan evaluasi pada umumnya, karena pembelajarannya pun berbeda. Dimana evaluasi dalam pembelajaran bahasa Arab memiliki pendekatan-pendekatan yang berbeda sehingga bentuk evaluasinya pun berbeda. Dalam pembelajaran bahasa Arab kita mengenal adanya 4 komponen kemahiran bahasa yang dijadikan sebagai tujuan dari adanya pembelajaran bahasa Arab.
Kaitannya dengan tujuan tersebut, evaluasi pembelajaran bahasa Arab tentu diharapkan selaras dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Empat komponen itu adalah kemahiran menyimak (مهارة الإستماع), kemahiran berbicara (مهارة الكلام) , kemahiran membeaca القراءة )مهارة ( , kemahiran menulis (الكتابة).

B.     PEMBAHASAN
1.      Pengertian Penilaian, Pengukuran dan Evaluasi pembelajaran bahasa Arab
Istilah penilaian, pegukuran dan evaluasi dapat disimpulkan dari pengertian dibawah ini:
Assessment is the process of collecting, synthesizing, and interpreting information to aid in decision making.....[1]
Menurut phopam dalam bukunya Eko menjelaskan, penilaian (assessment) dalam konteks pendidikan merupakan sebagai sebuah usaha secara formal untuk menentukan status siswa berkenaan dengan berbagai kepentingan pendidikan.[2]
Istilah pengukuran (measurement) menurut Kerlinger dalam bukunya purwanto, pengukuran adalah membandingkan sesuatu yang diukur dengan alat ukurnya dan kemdian menentukan angka menurut sistem aturan tertentu.[3]
some of our assessment attempt to assign a numeric value to students’ performances. When we do it, we are using measurement.[4]
Sedangkan terkait dengan pengertian Evaluasi, Muhammad Arifin memberikan kesimpulan bahwa evaluasi merupakan suatu proses yang sistematis dan berkelanjutan untuk menentukan kualitas (nilai dan arti) dari sesuatu, berdasarkan pertimbangan kriteria tertentu dalam rangka pembuatan keputusan.[5]
Ultimately the goal of our assessment or measurement is to make judgment obout “goodness” or quality of students’ performances. This process of using our assessment information to make this judgment is called evaluation. [6]
Penilaian, pengukuran dan evaluasi merupakan hal yang saling berkaitan, penilaian sebagai proses pengumpulan informasi sampai menginterprestasikan, dengan memberikan symbol/angka dan dalam proses ini harus menggunakan pengukuran. Penilaian dan pengukuran tujuan akhirnya adalah memberikan penilaian tentang kualitas penampilan siswa. Sedangkan proses keseluruhan ini disebut dengan evaluasi.
Menurut nata, pembelajaran adalah usaha guru dalam membimbing peserta didik dengan menciptakan lingkungan yang memungkinkan peserta didik untuk belajar.[7]
Sedangkan bahasa Arab menurut muhtadi Anshor adalah:
“Al-Lughoh Al-Arabiyyah hiya alkalimat allati yuabbiru biha al-aran an aghradlihim”
Bahasa Arab adalah kata-kata yang dipergunakan orang arab untuk mengungkapkan segala tujuan atau maksud mereka.[8]
Dari beberapa definisi diatas, dapat penulis simpulkan bahwa evaluasi pembelajaran bahasa Arab merupakan proses yang terdiri atas penilaian dan pengukuran dalam kaitannya dalam lingkup pembelajaran bahasa Arab.
2.      Prinsip Evaluasi Pembelajaran
Terdapat beberapa prinsip yang pada umumnya ada dalam pelaksanaan evaluasi, agar pelaksanaan evaluasi dapat berjalan dengan baik. Prinsip itu antara lain: [9]
a.       Kontinuitas
Evaluasi tidak boleh dilakukan secara insidental saja, karena proses pembelajarannya pun bersifat kontinu. Hasil evaluasi yang diperoleh pada suatu waktu harus dihubungkan dengan hasil evaluasi sebelumnya, karena bisa menggambarkan tentang perkembangan peserta didik.
Substansinya adalah evaluasi pembelajaran bukan dilakukan pada waktu tertentu, secara terus menerus. Selama proses pembelajaran terus berlangsung.
b.      Komprehensif
Evaluasi harus bersifat menyeluruh, dimana setiap aspek harus dievaluasi sesuai dengan objek evaluasinya. Objek hasil belajar siswa yang telah dibahas sebelumnya adalah meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.
c.       Adil dan objektif
Kata “adil”, dalam evaluasi adalah menyamaratakan pesertadidik dan diberlakukan sama tanpa “pandang bulu”. Dan guru juga harus berlaku objektif, apa adanya sesuai dengan kemampuan peserta didik, perasaan lik/dislike, keinginan, dan prasangka yang negatif harus dijauhkan.
d.      Kooperatif
Dalam kegiatan evaluasi guru hendaknya bekerjasama dengan seluruh pihak seperti orangtua peserta didik, sesama guru, kepala sekolah, termasuk peserta didik itu sendiri agar seluruh pihak merasa puas dengan hasil evaluasi tersebut dan seluruh pihak merasa dihargai.
e.       Praktis
Praktis mengandung arti mudah  digunakan, baik oleh guru yang menyusun alat evaluasinya, maupun orang yang akan menggunakan alat tersebut.
3.      Pendekatan Tes Bahasa Arab
a.       Tes Diskret
Tes diskret/tes atomistik, menurut Oller dalam bukunya Ainin, adalah suatu tes yang hanya menekankan pada satu aspek kebahasaan saja dalam satu waktu.Misal dalam satu soal itu hanya menanyakan unsur sharafnya saja (tashrif).
b.      Tes integrative
Tes integrative, bertolak dengan tes dikret.Yaiitu penggabungan dari bagian-bagian terkecil dalam suatu butir tes.Menurut Nurgiantoro tes integrative terdiri dari menyusun kalimat, menafsirkan wacana singkat yang dibaca atau didengar, memahami bacaan yang dibaca atau didengar ddan menyusun sebuah alinea berdasarkan kalimat-kalimat yang disediakan.[10]Misalnya terdapat potongan-potongan kalimat, kemudian dirangkai menjadi paragraf, penyusunan paragraf tersebut tentu dengan kemampuan bahasa secara intgratif.
c.       Tes fragmatik
Tes fragmatik  merupakan tes yang didasari dengan kemampuan pragmatis seseorang, yaitu kemampuan memahami wacana walaupun wacana itu tidak dapat diterima secara utuh. bentuk tes fragmatis ini adalah berupa tes dikte atau biasa kita kenal dengan imla’ dan tes cloze dan tes C.
d.      Tes komunikatif
Tes komunikatif adalah tes yang menitik beratkan pada fungsi bahasa komunikatif.Baik komunikasi secara lisan maupun tulisan. Pada intinya, tes komunikatif ini mengacu dan dikembangkan tas dasar rincian kemampuan/ketramplan bahasa seutuhnya, yaitu menyimak, membaca, menulis dan berbicara.

4.      Jenis Tes Bahasa Arab
a.       Kemahiran menyimak
Dalam tes kemahiran menyimak, dapat digunakan bentuk-bentuk soal seperti: melafalkan ulang kata yang diperdengarkan, mengidentifikan bunyi syiddah, membedakan bunyi yang mirip, merespon ujaran berupa kalimat melalui gerak.  
تقصد بالاستماع الانتباه و حسن الإصغاء الى شيء مسموع , وهو يشمل إدراك الرموز اللغوية المنطوقة , و فهم مدلولها , و تحديد الوظيفة الاتصالية المتضمنة في الرموز أو الكلام المنطوق , و تفاعل الخبرات المحمولة في هذه الرموز مع خبرات المستمع و قيمة معاييره, و نقد هذه الخبرات و تقويمها و محاكمتها, والحكم عليها في ضوء المعايير الموضوعية المناسبة لذالك.[11]
b.      Kemahiran berbicara
أن الكلام من اهم ألوان النشاط اللغوي للصغار والكبار , لذالك كان الناس يستخدمون الكلام أكثر من الكتابة, أي انهم يتكلمون أكثر مما يكتبون ........[12]
Contoh bentuk soal yang digunakan dalam kemahiran berbicara: menggunakan bentuk ungkapan baku (merespon ucapan selamat), memperkenalka diri, menceritakan gambar tunggal, menceritakan gambar berseri dengan panduan pertanyaan, menceritakan gambar tanpa panduan, menceritakan pengalaman, mendeskripsikan objek, dan wawancara.
c.       Kemahiran  membaca
إن القراءة بصر و بصيرة , او نظر واستبصار وبهذا يتضع ان تمسك معاهد العلم في بلادنا او خارجها بإطلاق كلمة "المطالعة " على قراءة , لا يفي بالمفهوم الحقيقي للقراءة في ضوء التغييرات التي طرأت عليه, ويقف يمفهوم القراءة عند حد التعرف.[13]
Berikut beberapa kompetendi dalam kegiatan membaca yang dapat di integrasikan :
a)      Membaca dengan lancar, cermat dan tepat.
b)      Menentukan arti kosa kata dalam konteks kalimat tertentu
c)      Menemukan makna tersirat dan tersurat dalam teks
d)     Menemukan ide pokok paragraf
e)      Menemukan dan menghubungkan ide-ide dalam bacaan
f)       Menyimpulkan ide pokok paragraf
g)      Menangkap peasan bacaan dengan cepat
h)      Mengomentari dan mengkritisi bacaan
d.      Kemahiran menulis
....أن التعبير الكتابي هو المصب الذي تلتقي عنده كل فنون اللغة و فروعها, فهي الروافد التي تمده و تنميه, كنا يستبين لنا ايضا أن أي تقدم على متعلم في أي فن من فنون اللغة أو فروعها سيقود ---- من غير ثمة شك ---- إلى تقدم ذلك المتعلم في التعبير الكتابي.[14]
Kompetensi menulis secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni: menulis terbimbing dan menulis bebas. Menulis terbimbing adalah kompetensi menulis dengan menggunakan panduan atau stimulus tertentu, misalnya berupa gambar, pertanyaan, kosa kata, dan kalimat pemandu. Adapun menulis bebas merupakan kompetensi secara bebas dalam mengembangkan tulisannya tanpa menggunakan panduan

5.      Prosedur Pengembangan Evaluasi Pembelajaran Bahasa Arab
Dalam pegembangan evaluasi pembelajaran bahasa Arab, tentu harus melalui prosedur yang menjadi langkah-langkah pokok yang harus ditempuh, karena keberhasilannya dipengaruhi pula oleh keberhasilan fasilitator dalam melaksanakan prosedur evaluasi. Prosedur tersebut meliputi:
1.      Perencanaan Evaluasi Pembelajaran
Perencanaan evaluasi ini merupakan langkah awal dalam prosedur evaluasi, untuk hasil yang maksimal, evaluator harus melakukan perencanaan dengan baik.Menurut W.James Popham mengemukakan maksud dari perencanaan evaluasi adalah
“to facilitate gathering data, thereby making possible valid statements about the effect or out comes of the program, practice, or policy under study”[15]

Intinya adalah, bahwa perencanaan adalah untuk menfasilitasi pengumpulan data agar mendapatkan data secara valid tentang output dari program, praktik atau kebijakan yang ada.
2.      Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran
Pelaksanaan evaluasi artinya bagaimana cara melaksanakan suatu evaluasi sesuai dengan perencanaan evaluasi yang telah di tetapkan. Hakikatnya bahwa pelaksanaan evaluasi ini adalah bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi mengenai keseluruhan aspek yang akan dinilai.[16]
3.      Pengolahan Hasil Evaluasi
Sebelum dilakukkannya proses pengolahan data, harus ditetapkan dulu, pendekatan peniliannya. Terdapat dua jenis pendekata, yaitu:
a.       Penilaian Acuan Patokan (PAP)
Pendekatan ini menitik beratkan pada apa yang dapat dilakukan oleh peserta didik, artinya guru meneliti usaha peserta didik/yang dapat dilakukan setelah program berlangsung, bukan membandingkan dengan teman sekelas, melainkan dengan suatu kriteria ketuntasan yang jelas dan ditetapkan sebelum proses pembelajaran dimulai. Bagi peserta didik yang tidak memenuhi kriteria tersebut, dilakukan remedial.
b.      Penilaian Acuan Norma (PAN)
Dalam pendekatan ini, Skor perolehan siswa adalah perbandingan hasil belajarnya dengan hasil belajar peserta didik lainnya dalam satu kelompok/kelas.Tujuan PAP ini adalah untuk mengelompokkan tingkat kemampuan sisa dari yang terendah sampai tertinggi.[17]
Dalam proses pengolahan hasil evaluasi, meiliki tiga prosedur sebagai berikut:[18]
a.       Menskor, yakni kegiatan memberikan skor pada hasil penilaian yang dicapai oleh siswa dengan menggunakan bantuan yaitu kunci jawab, kunci skoring, dan pedoman keangkaan.
b.      Mengubah skor mentah menjadi skor standar
Yakni menghitung untuk mengubah skor yang diperoleh siswa dengan disesuaiakn sesuai norma atau ketentuan  yang dipakai. Rumus perhitungannya adalah sebagai berikut:
Nilai =   Skor Mentah                         X 100
Skor Maksimum ideal          
c.       Mengkonversikan skor standar ke dalam nilai
Yakni pengubahan dari skor ke nilai baik berupa angka maupun kata-kata, yang nantinya mempermudah penafsiran hasil penilaian tersebut.
4.      Pelaporan Hasil Evaluasi
Pelaporan hasil evaluasi ini dijadikan sebagai sarana komunikasi sekolah, peserta didik, dan orangtua dalam upaya mengembangkan dan menjaga hubungan kerja sama yang harmonis diantara mereka.[19] Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui hasil perkembangan peserta didik, sehingga seluruh pihak bisa bertindak secara objektif, apa yang harus dilakukan selanjutnya.
Pada intinya bahwa laporan prestasi dalam mata pelajaran, merupakan laporan yang berisi informasi tentang pencapaian kompetensi dasar yang telah ditetapkan dalam kurikulum, sedangkan laporan pencapaian berisi tentang penggambaran kualitas peserta didik setelah peserta didik mendapatkan pembelajaran, baik intra maupun ekstra.
5.      Penggunaan atau Pemanfaatan Hasil Evaluasi dan Refleksi Pelaksanaan Evaluasi
Tahap penggunaan atau pemanfaatan hasil evaluasi merupakan Tahap akhir dalam prosedur evaluasi sebagai tindak lanjut apa yang akan dilakukan selanjutnya. Beberapa jenis pemanfaatan tersebut antara lain:
a.    Bagi peserta didik, hasil evaluasi dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan minat dan motivasi belajar, dan membantu peserta didik dalam memilih metode belajar yang baik dan benar.
b.    Bagi guru, dimanfaatkan untuk menentukan kenaikan kelas dan kelulusan, mendiagnosis peserta didik, pengelompokkan dan penempatan peserta didik dan menyusun laporan kepada orangtua siswa, menentukan perlu tidaknya remedial, dan dijadikan dasar perencanaan pembelajaran.
c.    Bagi orangtua, hasil evaluasi dimanfaatkan untuk mengetahui kemajuan peserta didik, dan menentukan tindak lanjut pendidikan sesuai kemampuan peserta didik.
d.   Bagi administrator sekolah, untuk menentukan penempatan peserta didik, menentukan kenaikan kelas, pengelompokan peserta didik dan mengindikasi kemajuan peserta didik pada waktu mendatang.[20]

C.    KESIMPULAN
Evaluasi merupakan salah satu dari satuan perangkat pembelajaran, yang tentu saja tidak dapat di pisahkan dalam suatu proses pembelajaran, terlepas dari mata pelajaran apapun. Bahasa Arab sebagai salah satu mata pelajaran tak mugkin lepas juga dari proses evaluasi.
Evaluasi pembelajaran merupakan seperagkat proses menilai dan mengukur hasil belajar siswa  yang mana dalam bahasa Arab ini memiliki perbedaan dengan mata pelajaran lain, karena bahasa Arab merupakan bahasa asing, tentu materi yang diajarkan pun berbeda.
Yang menjadi prinsip dasar dasar dalam proses evaluasi adalah:
1.      Kooperatif
2.      Kontinuitas
3.      Adil dan objektif
4.      Praktis
Pendekatan dalam evaluasi pembelajara bahasa Arab :
1.      Tes Komprehensif
2.      Tes Diskre
3.      Tes Integratif
4.      Tes Fragmatif
5.      Tes Komunikatif
Jenis tes bahasa Arab meliputi empat kemahiran bahasa , yaitu:
1.      Tes menyimak
2.      Tes berbicara
3.      Tes membaca
4.      Tes menulis
Sedangkan prosedur pelaksanaan evaluasi adalah sebagai berikut:
1.      Perencanaan Evaluasi
2.      Pelaksanaan Evaluasi
3.      Pengolahan hasil Evaluasi
4.      Pelaporan hasil evaluasi
Penggunaan manfaat hasil evaluasi


[1]Donald R. Cruickshank dkk, The Art of Theaching, (New York, The Mc Graw-Hill, 2006), hal.279
[2] Eko Putro Widoyoko, Evaluasi Program Pembelajaran, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012), hal.3
[3] Purwanto, Evaluasi Hasil belajar, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), hal.2
[4]Donald R. Cruickshank dkk, The Art of Theaching, (New York, The Mc Graw-Hill, 2006), hal.279
[5] Zainal Arifin, Evaluasi Pembelajaran ....., hal.5
[6]Donald R. Cruickshank dkk, The Art of Theaching, (New York, The Mc Graw-Hill, 2006), hal.279
[7] Muhammad Fatturrohman dan sulistyorini, Belajar dan Pembelajaran, (Yogyakarta: Teras, 2012), hal.7
[8] Ahmad Muhtadi Anshor, Pengajaran Bahasa Arab Media dan Metode-metodenya, (Yogyakarta: Teras, 2009), hal. 6
[9] Zainal Arifin, Evaluasi Pembelajaran ....., hal.31
[10] M. Ainin, Evaluasi dalam Pembelajaran Bahasa Arab, (Malang: Misykat, 2006), hal.70
[11] Nur Hadi, Al-Maujh Lita’lumil maharaatillughowiyyah. (Malang: UIN-MALIKI Press, 2011), hal.27-28
[12] Nur Hadi, Al-Maujh Lita’lumil ....., hal.47
[13] Nur Hadi, Al-Maujh Lita’lumil ....., hal. 62
[14] Nur Hadi, Al-Maujh Lita’lumil ....., hal.107
[15] Zainal Arifin, Evaluasi Pembelajaran, ….., hal.89
[16] Zainal Arifin, Evaluasi Pembelajaran .....,  hal.104
[17] Zainal Arifin, Evaluasi Pembelajaran ….., hal.235
[18] Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Rineka cipta, 2009),  hal.218
[19] Zainal Arifin, Evaluasi Pembelajaran ....., hal.110-111
[20] Zainal Arifin, Evaluasi Pembelajaran ....., hal.288

Tidak ada komentar:

Posting Komentar