EVALUASI
DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
MAKALAH KOMPREHENSIF
Diajukan Kepada Sekolah Tinggi Agama
Islam Negeri Purwokerto
Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Mengikuti Ujian Komprehensif
Oleh:
RASTRI IZZAH NASTITI
NIM. 092332057
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN BAHASA ARAB (PBA)
JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA
ISLAM NEGERI (STAIN)
PURWOKERTO
2013
EVALUASI
PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
EVALUASI
DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
A.
PENDAHULUAN
Dalam kehidupan manusia, takan
luput dari yang namanya evaluasi. Untuk menjadi manusia yang lebih baik,
manusia harus selalu intropeksi atau evaluasi diri, belajar dari kesalahan, menjadi
lebih baik dari yang sebelumnya. Begitu juga kaitannya dengan pembelajaran.
Dalam sistem pembelajaran, yang
menjadi komponen adalah tujuan
pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan
evaluasi. Evaluasi merupakan bagian integratif dalam sebuah sistem
pembelajaran. Pembelajaran apapun tak akan lepas dari proses evaluasi.
Evaluasi sebagai feedback guru atas pembelajaran yang
telah berlangsung, memperbaiki dari kekurangan-kekurangan atau
kelemahan-kelemahan yang dialami peserta didik, sehingga guru memilki tahap
selanjutnya dalam perbaikan proses pembelajaran.
Evaluasi dalam pembelajaran bahasa
Arab memiliki perbedaan dengan evaluasi pada umumnya, karena pembelajarannya
pun berbeda. Dimana evaluasi dalam pembelajaran bahasa Arab memiliki
pendekatan-pendekatan yang berbeda sehingga bentuk evaluasinya pun berbeda. Dalam pembelajaran bahasa Arab kita mengenal adanya 4
komponen kemahiran bahasa yang dijadikan sebagai tujuan dari adanya
pembelajaran bahasa Arab.
Kaitannya
dengan tujuan tersebut, evaluasi pembelajaran bahasa Arab tentu diharapkan
selaras dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Empat komponen itu adalah
kemahiran menyimak (مهارة الإستماع), kemahiran berbicara (مهارة الكلام) , kemahiran membeaca القراءة )مهارة ( , kemahiran menulis (الكتابة).
B. PEMBAHASAN
1.
Pengertian Penilaian, Pengukuran dan Evaluasi pembelajaran bahasa Arab
Istilah penilaian, pegukuran dan
evaluasi dapat disimpulkan dari pengertian dibawah ini:
Assessment is the process of collecting, synthesizing, and interpreting information
to aid in decision making.....[1]
Menurut phopam dalam bukunya Eko menjelaskan, penilaian (assessment) dalam
konteks pendidikan merupakan sebagai sebuah usaha secara formal untuk
menentukan status siswa berkenaan dengan berbagai kepentingan pendidikan.[2]
Istilah pengukuran (measurement) menurut Kerlinger dalam bukunya purwanto,
pengukuran adalah membandingkan sesuatu yang diukur dengan alat ukurnya dan
kemdian menentukan angka menurut sistem aturan tertentu.[3]
some of our assessment attempt to assign a numeric value to students’
performances. When we do it, we are using measurement.[4]
Sedangkan terkait dengan pengertian Evaluasi, Muhammad
Arifin memberikan kesimpulan bahwa evaluasi merupakan
suatu proses yang sistematis dan berkelanjutan untuk menentukan kualitas (nilai dan arti) dari sesuatu,
berdasarkan pertimbangan kriteria tertentu dalam rangka pembuatan keputusan.[5]
Ultimately the goal of our assessment or measurement is to make
judgment obout “goodness” or quality of students’ performances. This process of
using our assessment information to make this judgment is called evaluation. [6]
Penilaian, pengukuran
dan evaluasi merupakan hal yang saling berkaitan, penilaian sebagai proses
pengumpulan informasi sampai menginterprestasikan, dengan memberikan symbol/angka
dan dalam proses ini harus menggunakan pengukuran. Penilaian dan pengukuran
tujuan akhirnya adalah memberikan penilaian tentang kualitas penampilan siswa.
Sedangkan proses keseluruhan ini disebut dengan evaluasi.
Menurut nata, pembelajaran adalah usaha guru dalam
membimbing peserta didik dengan menciptakan lingkungan yang memungkinkan
peserta didik untuk belajar.[7]
Sedangkan bahasa Arab menurut
muhtadi Anshor adalah:
“Al-Lughoh Al-Arabiyyah hiya
alkalimat allati yuabbiru biha al-aran an aghradlihim”
Bahasa Arab adalah
kata-kata yang dipergunakan orang arab untuk mengungkapkan segala tujuan atau
maksud mereka.[8]
Dari beberapa definisi
diatas, dapat penulis simpulkan bahwa evaluasi pembelajaran bahasa Arab
merupakan proses yang terdiri atas penilaian dan pengukuran dalam kaitannya
dalam lingkup pembelajaran bahasa Arab.
2.
Prinsip Evaluasi Pembelajaran
Terdapat beberapa prinsip yang pada
umumnya ada dalam pelaksanaan evaluasi, agar pelaksanaan evaluasi dapat
berjalan dengan baik. Prinsip itu antara lain: [9]
a.
Kontinuitas
Evaluasi tidak boleh dilakukan secara insidental saja, karena
proses pembelajarannya pun bersifat kontinu. Hasil evaluasi yang diperoleh pada
suatu waktu harus dihubungkan dengan hasil evaluasi sebelumnya, karena bisa
menggambarkan tentang perkembangan peserta didik.
Substansinya adalah evaluasi pembelajaran bukan dilakukan pada
waktu tertentu, secara terus menerus. Selama proses pembelajaran terus
berlangsung.
b.
Komprehensif
Evaluasi harus bersifat menyeluruh, dimana setiap aspek harus
dievaluasi sesuai dengan objek evaluasinya. Objek hasil belajar siswa yang
telah dibahas sebelumnya adalah meliputi aspek kognitif, afektif dan
psikomotorik.
c.
Adil
dan objektif
Kata “adil”, dalam evaluasi adalah menyamaratakan pesertadidik dan
diberlakukan sama tanpa “pandang bulu”. Dan guru juga harus berlaku objektif,
apa adanya sesuai dengan kemampuan peserta didik, perasaan lik/dislike,
keinginan, dan prasangka yang negatif harus dijauhkan.
d.
Kooperatif
Dalam kegiatan evaluasi guru hendaknya bekerjasama dengan seluruh
pihak seperti orangtua peserta didik, sesama guru, kepala sekolah, termasuk
peserta didik itu sendiri agar seluruh pihak merasa puas dengan hasil evaluasi
tersebut dan seluruh pihak merasa dihargai.
e.
Praktis
Praktis mengandung arti mudah
digunakan, baik oleh guru yang menyusun alat evaluasinya, maupun orang
yang akan menggunakan alat tersebut.
3.
Pendekatan Tes Bahasa Arab
a.
Tes Diskret
Tes diskret/tes atomistik, menurut Oller dalam bukunya Ainin,
adalah suatu tes yang hanya menekankan pada satu aspek kebahasaan saja dalam
satu waktu.Misal dalam satu soal itu hanya menanyakan unsur sharafnya saja
(tashrif).
b.
Tes integrative
Tes integrative, bertolak dengan tes dikret.Yaiitu penggabungan
dari bagian-bagian terkecil dalam suatu butir tes.Menurut Nurgiantoro tes
integrative terdiri dari menyusun kalimat, menafsirkan wacana singkat yang
dibaca atau didengar, memahami bacaan yang dibaca atau didengar ddan menyusun
sebuah alinea berdasarkan kalimat-kalimat yang disediakan.[10]Misalnya
terdapat potongan-potongan kalimat, kemudian dirangkai menjadi paragraf,
penyusunan paragraf tersebut tentu dengan kemampuan bahasa secara intgratif.
c.
Tes fragmatik
Tes fragmatik merupakan tes
yang didasari dengan kemampuan pragmatis seseorang, yaitu kemampuan memahami
wacana walaupun wacana itu tidak dapat diterima secara utuh. bentuk tes
fragmatis ini adalah berupa tes dikte atau biasa kita kenal dengan imla’ dan
tes cloze dan tes C.
d.
Tes komunikatif
Tes komunikatif adalah tes yang menitik beratkan pada fungsi bahasa
komunikatif.Baik komunikasi secara lisan maupun tulisan. Pada intinya, tes
komunikatif ini mengacu dan dikembangkan tas dasar rincian kemampuan/ketramplan
bahasa seutuhnya, yaitu menyimak, membaca, menulis dan berbicara.
4.
Jenis Tes Bahasa Arab
a.
Kemahiran
menyimak
Dalam tes kemahiran menyimak, dapat digunakan bentuk-bentuk soal
seperti: melafalkan ulang kata yang diperdengarkan, mengidentifikan bunyi syiddah, membedakan bunyi yang mirip,
merespon ujaran berupa kalimat melalui gerak.
تقصد بالاستماع الانتباه و حسن الإصغاء الى شيء
مسموع , وهو يشمل إدراك الرموز اللغوية المنطوقة , و فهم مدلولها , و تحديد الوظيفة
الاتصالية المتضمنة في الرموز أو الكلام المنطوق , و تفاعل الخبرات المحمولة في
هذه الرموز مع خبرات المستمع و قيمة معاييره, و نقد هذه الخبرات و تقويمها و محاكمتها,
والحكم عليها في ضوء المعايير الموضوعية المناسبة لذالك.[11]
b.
Kemahiran
berbicara
أن الكلام من اهم ألوان النشاط اللغوي للصغار
والكبار , لذالك كان الناس يستخدمون الكلام أكثر من الكتابة, أي انهم يتكلمون أكثر مما يكتبون
........[12]
Contoh bentuk soal yang digunakan dalam kemahiran berbicara:
menggunakan bentuk ungkapan baku (merespon ucapan selamat), memperkenalka diri,
menceritakan gambar tunggal, menceritakan gambar berseri dengan panduan
pertanyaan, menceritakan gambar tanpa panduan, menceritakan pengalaman,
mendeskripsikan objek, dan wawancara.
c.
Kemahiran membaca
إن القراءة بصر و بصيرة , او نظر واستبصار وبهذا يتضع ان
تمسك معاهد العلم في بلادنا او خارجها بإطلاق كلمة "المطالعة " على
قراءة , لا يفي بالمفهوم الحقيقي للقراءة في ضوء التغييرات التي طرأت عليه, ويقف يمفهوم القراءة عند حد التعرف.[13]
Berikut beberapa kompetendi dalam kegiatan membaca yang dapat di
integrasikan :
a)
Membaca
dengan lancar, cermat dan tepat.
b)
Menentukan
arti kosa kata dalam konteks kalimat tertentu
c)
Menemukan
makna tersirat dan tersurat dalam teks
d)
Menemukan
ide pokok paragraf
e)
Menemukan
dan menghubungkan ide-ide dalam bacaan
f)
Menyimpulkan
ide pokok paragraf
g)
Menangkap
peasan bacaan dengan cepat
h)
Mengomentari
dan mengkritisi bacaan
d.
Kemahiran
menulis
....أن التعبير الكتابي هو المصب
الذي تلتقي عنده كل فنون اللغة و فروعها, فهي الروافد التي تمده و تنميه, كنا
يستبين لنا ايضا أن أي تقدم على متعلم في أي فن من فنون اللغة أو فروعها سيقود
---- من غير ثمة شك ---- إلى تقدم ذلك المتعلم في التعبير الكتابي.[14]
Kompetensi menulis secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua,
yakni: menulis terbimbing dan menulis bebas. Menulis terbimbing adalah
kompetensi menulis dengan menggunakan panduan atau stimulus tertentu, misalnya
berupa gambar, pertanyaan, kosa kata, dan kalimat pemandu. Adapun menulis bebas
merupakan kompetensi secara bebas dalam mengembangkan tulisannya tanpa
menggunakan panduan
5.
Prosedur Pengembangan Evaluasi Pembelajaran Bahasa Arab
Dalam pegembangan evaluasi pembelajaran bahasa Arab, tentu harus melalui prosedur yang menjadi langkah-langkah pokok
yang harus ditempuh, karena keberhasilannya dipengaruhi pula oleh keberhasilan
fasilitator dalam melaksanakan prosedur evaluasi. Prosedur tersebut meliputi:
1.
Perencanaan
Evaluasi Pembelajaran
Perencanaan evaluasi ini merupakan langkah awal dalam prosedur
evaluasi, untuk hasil yang maksimal, evaluator harus melakukan perencanaan
dengan baik.Menurut W.James Popham mengemukakan maksud dari perencanaan
evaluasi adalah
“to facilitate gathering data, thereby making possible valid statements
about the effect or out comes of the program, practice, or policy under study”[15]
Intinya adalah, bahwa perencanaan adalah untuk menfasilitasi
pengumpulan data agar mendapatkan data secara valid tentang output dari
program, praktik atau kebijakan yang ada.
2.
Pelaksanaan
Evaluasi Pembelajaran
Pelaksanaan evaluasi artinya bagaimana cara melaksanakan suatu
evaluasi sesuai dengan perencanaan evaluasi yang telah di tetapkan. Hakikatnya
bahwa pelaksanaan evaluasi ini adalah bertujuan untuk mengumpulkan data dan
informasi mengenai keseluruhan aspek yang akan dinilai.[16]
3.
Pengolahan
Hasil Evaluasi
Sebelum dilakukkannya proses pengolahan data, harus ditetapkan
dulu, pendekatan peniliannya. Terdapat dua jenis pendekata, yaitu:
a.
Penilaian
Acuan Patokan (PAP)
Pendekatan ini menitik beratkan pada apa yang dapat dilakukan oleh
peserta didik, artinya guru meneliti usaha peserta didik/yang dapat dilakukan
setelah program berlangsung, bukan membandingkan dengan teman sekelas,
melainkan dengan suatu kriteria ketuntasan yang jelas dan ditetapkan sebelum
proses pembelajaran dimulai. Bagi peserta didik yang tidak memenuhi kriteria
tersebut, dilakukan remedial.
b.
Penilaian
Acuan Norma (PAN)
Dalam pendekatan ini, Skor perolehan siswa adalah perbandingan
hasil belajarnya dengan hasil belajar peserta didik lainnya dalam satu
kelompok/kelas.Tujuan PAP ini adalah untuk mengelompokkan tingkat kemampuan
sisa dari yang terendah sampai tertinggi.[17]
Dalam proses pengolahan hasil evaluasi, meiliki tiga prosedur
sebagai berikut:[18]
a.
Menskor,
yakni kegiatan memberikan skor pada hasil penilaian yang dicapai oleh siswa
dengan menggunakan bantuan yaitu kunci jawab, kunci skoring, dan pedoman
keangkaan.
b.
Mengubah
skor mentah menjadi skor standar
Yakni
menghitung untuk mengubah skor yang diperoleh siswa dengan disesuaiakn sesuai
norma atau ketentuan yang dipakai. Rumus
perhitungannya adalah sebagai berikut:
Nilai = Skor Mentah X
100
Skor Maksimum ideal
c.
Mengkonversikan
skor standar ke dalam nilai
Yakni
pengubahan dari skor ke nilai baik berupa angka maupun kata-kata, yang nantinya
mempermudah penafsiran hasil penilaian tersebut.
4.
Pelaporan
Hasil Evaluasi
Pelaporan hasil evaluasi ini dijadikan sebagai sarana komunikasi
sekolah, peserta didik, dan orangtua dalam upaya mengembangkan dan menjaga
hubungan kerja sama yang harmonis diantara mereka.[19]
Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui hasil perkembangan peserta didik, sehingga
seluruh pihak bisa bertindak secara objektif, apa yang harus dilakukan
selanjutnya.
Pada intinya bahwa laporan prestasi dalam mata pelajaran, merupakan
laporan yang berisi informasi tentang pencapaian kompetensi dasar yang telah
ditetapkan dalam kurikulum, sedangkan laporan pencapaian berisi tentang
penggambaran kualitas peserta didik setelah peserta didik mendapatkan pembelajaran,
baik intra maupun ekstra.
5.
Penggunaan
atau Pemanfaatan Hasil Evaluasi dan Refleksi Pelaksanaan Evaluasi
Tahap penggunaan atau pemanfaatan hasil evaluasi merupakan Tahap
akhir dalam prosedur evaluasi sebagai tindak lanjut apa yang akan dilakukan selanjutnya.
Beberapa jenis pemanfaatan tersebut antara lain:
a.
Bagi
peserta didik, hasil evaluasi dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan minat dan
motivasi belajar, dan membantu peserta didik dalam memilih metode belajar yang
baik dan benar.
b.
Bagi
guru, dimanfaatkan untuk menentukan kenaikan kelas dan kelulusan, mendiagnosis
peserta didik, pengelompokkan dan penempatan peserta didik dan menyusun laporan
kepada orangtua siswa, menentukan perlu tidaknya remedial, dan dijadikan dasar
perencanaan pembelajaran.
c.
Bagi
orangtua, hasil evaluasi dimanfaatkan untuk mengetahui kemajuan peserta didik,
dan menentukan tindak lanjut pendidikan sesuai kemampuan peserta didik.
d.
Bagi
administrator sekolah, untuk menentukan penempatan peserta didik, menentukan
kenaikan kelas, pengelompokan peserta didik dan mengindikasi kemajuan peserta
didik pada waktu mendatang.[20]
C. KESIMPULAN
Evaluasi merupakan salah satu
dari satuan perangkat pembelajaran, yang tentu saja tidak dapat di pisahkan
dalam suatu proses pembelajaran, terlepas dari mata pelajaran apapun. Bahasa
Arab sebagai salah satu mata pelajaran tak mugkin lepas juga dari proses
evaluasi.
Evaluasi pembelajaran merupakan
seperagkat proses menilai dan mengukur hasil belajar siswa yang mana dalam bahasa Arab ini memiliki
perbedaan dengan mata pelajaran lain, karena bahasa Arab merupakan bahasa
asing, tentu materi yang diajarkan pun berbeda.
Yang menjadi prinsip dasar dasar
dalam proses evaluasi adalah:
1.
Kooperatif
2. Kontinuitas
3. Adil dan objektif
4. Praktis
Pendekatan dalam evaluasi
pembelajara bahasa Arab :
1.
Tes Komprehensif
2.
Tes Diskre
3.
Tes Integratif
4.
Tes Fragmatif
5.
Tes Komunikatif
Jenis tes bahasa Arab meliputi
empat kemahiran bahasa , yaitu:
1.
Tes menyimak
2.
Tes berbicara
3.
Tes membaca
4.
Tes menulis
Sedangkan prosedur pelaksanaan
evaluasi adalah sebagai berikut:
1.
Perencanaan Evaluasi
2.
Pelaksanaan Evaluasi
3.
Pengolahan hasil Evaluasi
4. Pelaporan hasil evaluasi
Penggunaan manfaat hasil evaluasi
[1]Donald R. Cruickshank dkk, The Art
of Theaching, (New York, The Mc Graw-Hill, 2006), hal.279
[2] Eko Putro Widoyoko, Evaluasi
Program Pembelajaran, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012), hal.3
[3] Purwanto, Evaluasi
Hasil belajar, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), hal.2
[4]Donald R. Cruickshank dkk, The Art
of Theaching, (New York, The Mc Graw-Hill, 2006), hal.279
[5] Zainal Arifin, Evaluasi
Pembelajaran ....., hal.5
[6]Donald R. Cruickshank dkk, The Art
of Theaching, (New York, The Mc Graw-Hill, 2006), hal.279
[7] Muhammad Fatturrohman
dan sulistyorini, Belajar dan
Pembelajaran, (Yogyakarta: Teras, 2012), hal.7
[8] Ahmad Muhtadi Anshor, Pengajaran Bahasa Arab Media dan Metode-metodenya,
(Yogyakarta: Teras, 2009), hal. 6
[9] Zainal Arifin, Evaluasi
Pembelajaran ....., hal.31
[10] M. Ainin, Evaluasi
dalam Pembelajaran Bahasa Arab, (Malang: Misykat, 2006), hal.70
[11] Nur Hadi, Al-Maujh Lita’lumil maharaatillughowiyyah. (Malang:
UIN-MALIKI Press, 2011), hal.27-28
[15] Zainal Arifin, Evaluasi Pembelajaran, ….., hal.89
[16] Zainal Arifin, Evaluasi
Pembelajaran ....., hal.104
[17] Zainal Arifin, Evaluasi Pembelajaran ….., hal.235
[18] Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta:
Rineka cipta, 2009), hal.218
[19] Zainal Arifin, Evaluasi
Pembelajaran ....., hal.110-111
[20] Zainal Arifin, Evaluasi
Pembelajaran ....., hal.288